Sabtu, 15 Juli 2017

Tanah Impian

Kubiarkan kisah kita merajai pikiranku kali ini.

Bukan karena tak bisa merelakanmu

Melainkan aku hanya ingin membiarkan

Diriku hanyut dalam kenangan bahagia kala itu.

Ditanah ini, kita pernah melangkah beriringan menuju satu impian.

Menatap satu senja perlahan lingsir dan meninggalkan sore.

Disini, di kota ini, kau kutemui sebagai satu-satunya bahagia.

Namun kini harus kurelakan kepergiannya.

Di kota ini awal kita memegang erat satu janji.

Walau pada akhirnya kita harus melepaskan ke lain tangan.

Terima kasih atas segala kenangan yang telah kau cipta


Maaf jika saat ini bukan hatimu tempatku menjatuhkan rasa.

1 komentar: