Sabtu, 15 Juli 2017

Sekeping kenang

Untuk sementara biarlah begini adanya.
Diriku sibuk dengan sepi, sedangkan kamu sibuk bersama kekasih barumu yg kerap kali mengunggah foto-foto selfie
Cukup kupandangi saja senyumanmu dari kejauhan, betapa manisnya ternyata kau setelah menjadi mantan. Ditambah lagi yang kau pamer disetiap unggahanmu itu adalah pose-pose kesukaanmu saat bersamaku dahulu. Kau tahu betul angle terbaik untuk berfoto, tak peduli kekasihmu kebagian setengah frame atau tidak, yang terpenting kau tampil sempurna dalam potret-potret itu. Alismu subur layaknya tanaman yang telah dipupuk sejak dulu, matamu seakan sabit yang sedang murung, namun itu lucu, apalagi saat kau tertawa, sabit itu perlahan menenggelamkan diri. Hidungmu yang selalu mendoktrin pikiranku bahwa kau adalah kerjasama apik antara Eropa dan Asia yang pernah kulihat. Bibirmu mungil membuatnya bulat sempurna ketika kau mengucapkan huruf "o". Ditambah lagi pipimu yang berlesung layaknya pusaran tempat siapa saja yang melihatnya akan berjatuh pandang dan seketika itu juga akan tertarik kepadamu. Semua itu lihai kau mainkan dalam layar kaca, persis saat kita masih merajai aku dan kamu.
Ada hal lucu yang kulihat dari beberapa foto yang kau unggah. Kekasihmu tak seluwes aku dalam hal berselfie-ria. Disetiap jepretan kau sibuk menggonta-ganti gaya, sedangkan dia mematung seakan kaku tak berdaya, hanya beberapa foto yang aku dapati matanya sedang mengganti pandang.
Tapi tenang saja, kau selalu kudoakan agar nyaman bersamanya.
Paling tidak dia tak akan mengacak adut rambutmu sebelum berfoto, layaknya yang selalu kulakukan dahulu, membuatmu tak henti menggerutu, namun kembali tersenyum ketika kamera telah menemui titik fokusnya
Paling tidak dia tak suka mencubiti pipimu saat semua pose telah khatam kau peragakan.
Paling tidak dia tak senang menjailimu, menyuruhmu menutup mata dengan dalih pose epik namun ternyata kau hanya sedang divideo bukan difoto.
Ahh sudahlah, aku tak ingin membuka lebih banyak lagi perihal kisah kita.
Sebab aku percaya kita masih sama memendam rasa, tidak, tidak. semoga aku salah mengira. Cintai saja kekasihmu, yang sudah jelas berkeyakinan sama denganmu
Karena kita tak akan bisa bersama jika satu diantaranya tak berpindah agama.
Tak usah kau risau perihalku,
Saat ini biarlah aku menjadikan air mata sebagai tinta, lalu menuliskan semua harap dalam doa.

MIHP
16.07.17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar